Thursday, 30 April 2015
Friday, 24 April 2015
suara hatiku
hidup memang terkadang menjadi sangat sulit. untuk menggapai hidup yang lebih baik, banyak pengorbanan dan pekerjaan yang saya lalui.
seperti sekarang ini, aku harus bekerja siang dang dan malam supaya saya bisa memberi sedikit tambahan penghasilan untuk orang tua ku... aku sekarang seorang pemuda yang berkelana untuk menggapai hidup yang lebih bai....
seperti sekarang ini saya bekerja.. tapi gaji yang saya harapkan tak kunjung dikasih.. padahal uang tersebut akan saya kasih untuk biaya sekolah adek saya yang saat ini sedang studi lapangandi bengkel...
dan lebihnya akan saya sisihkan untuk biaya sekolah adek saya yang akan tamat sd saat ini....
Sunday, 19 April 2015
Nama Asli 9 Sunan yang Tergabung dalam Wali Songo
Wali songo adalah sebutan bagi 9 sunan yang telah berjasa
menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Atas berkat kerja keras mereka
pulalah, saat ini agama Islam berkembang menjadi negara mayoritas bagi
penduduk Indonesia. Kendati sumbangsihnya yang sangat besar tersebut
sudah membuat kita berada di jalan yang terang benderang, sebagian dari
kita masih banyak yang belum tahu siapa-siapa saja nama sunan yang tergabung dalam wali songo tersebut. Menyadari hal itu, penulis blog kisah asal usul ini akan membahas nama-nama wali songo tersebut beserta asal daerahnya.
Nama-nama Sunan Wali Songo
Berikut ini adalah daftar nama-nama sunan walisongo beserta asal daerahnya:
- Maulana Malik Ibrahim, sunan walisongo yang paling lebih dahulu ada. Beliau dikabarkan berasal dari Persia dan kemudian menetap dan berkedudukan di Gresik, jawa Timur.
- Sunan Ampel (Ngampel), sunan walisongo yang memiliki nama asli Raden Rahmat dan berkedudukan di Ngampel, dekat Surabaya.
- Sunan Bonang, sunan walisongo yang semula bernama Makdum Ibrahim ini adalah anak kandung dari Sunan Ampel. Ia berkedudukan di Bonang, dekat Tuban.
- Sunan Drajat, sunan walisongo yang awalnya bernama Masih Munat ini adalah adik dari Sunan Bonang. Ia berkedudukan di Drajat, dekat Sedayu, Surabaya.
- Sunan Giri, sunan yang semula bernama Raden Paku ini adalah asli murid dari Sunan Ampel. Ia berkedudukan di bukit Giri, dekat Gresik.
- Sunan Muria, sunan yang berkedudukan di sungai Muria, Kudus.
- Sunan Kudus, sunan yang semula bernama Udung ini berkedudukan di Kudus.
- Sunan Kalijaga, sunan yang bernama asli Joko Said ini berkedudukan di Kadilangu, Demak.
- Sunan Gunung Jati, sunan yang semula bernama Fatahilah / Fatahelen yang berasal dari Kerajaan Samudra Pasai ini berhasil merebut Sunda Kelapa, Banten, dan akhirnya menetap di Gunung Jati, dekat Cirebon.
Itulah nama asli dari 9 sunan yang tergabung dalam Walisongo. Perlu diketahui pula bahwa, selain wali songo, Islam juga menyebar di Indonesia berkat adanya peran beberapa ulama lain seperti Syekh Siti Jenar, Syekh Lemah Abang, dan Sunan Tembayat. Untuk mengetahui sepak terjang dari ketiga ulama tersebut, anda dapat mengunjungi artikel di Wikipedia
Asal Usul Kehidupan Menurut Teori Biologi
Asal usul kehidupan
hingga kini masih menjadi misteri. Banyak teori dan kepercayaan
berkembang di masyarakat mengenai bagaimana kehidupan di bumi ini
terbentuk.
Para agamais percaya dengan teori penciptaan sedangkan
sebagian saintis berusaha membuktikan kepercayaan tersebut ke dalam
sesuatu yang nyata melalui penelitian-penelitian ilmiah. Namun terlepas
dari itu semua, perkembangan teori bagaimana asal muasal terjadinya
kehidupan ini menarik untuk kita ketahui. Berikut ini 2 teori asal usul kehidupan yang sempat menyeruak di kalangan masyarakat dahulu.
Francesco Redi (1626-1697) yang merupakan ahli Biologi dari Italia, membuktikan ketidakbenaran teori yang menyatakan kehidupan berasal dari benda mati. Pembuktian ini dilakukan dengan meletakan 3 kerat daging ke dalam 3 buah toples kaca dengan perlakuan berbeda. Toples kaca pertama diisi sekerat daging, lalu ditutup menggunakan penutup yang sangat rapat, toples ke dua ditutup menggunakan kain kasa, sedangkan toples ke dibiarkan tetap terbuka.
Setelah beberapa hari, perbedaan dari ke tiga toples tersebut sangat tampak. Dalam toples pertama tidak terdapat lalat atau belatung, toples ke dua terdapat belatung pada jaring kain kasa, tapi tidak ada belatung atau lalat pada daging, sedangkan dalam toples ke tiga, lalat dan belatung mengerubuti daging yang membusuk. Dari percobaan ini, Redi menarik kesimpulan bahwa
belatung dan lalat tidak mungkin sekonyong-konyong terbentuk dari daging yang membusuk saja, tetapi berasal dari telur lalat yang tertinggal pada daging dan kain kasa saat lalat hinggap. Dengan percobaan itu pula Redi menyatakan bahwa telur merupakan asal usul kehidupan (comne vivum ex ovo).
Dari hasil percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Redi, Spallanzani, dan Pasteur itulah teori asal usul kehidupan berasal dari kehidupan (biogenesis) mulai berkembang, seiring dengan itu pula teori abiogenesis pun mulai ditinggalkan. Lebih lanjut, perkembangan tentang teori asal usul kehidupan juga diteliti melalui cabang ilmu alam lainnya seperti kimia
Sebelum masa pencerahan abad 17 (aufklarung), sebagian orang
percaya bahwa kehidupan berawal dari benda mati. Anggapan ini sangat
ekstrim dan terlalu dini bagi masa di kala teknologi masih belum banyak
berkembang. Anggapan ini menyebutkan hal-hal yang substantif meski tanpa
dasar dan tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat, misalnya kecebong
(buruy) yang berasal dari lumpur, bangkai yang merupakan asal kehidupan
belatung, atau gandum yang dapat langsung berubah menjadi tikus.
Anggapan yang didukung pula oleh Aristoteles ini kemudian terbukti tidak
benar setelah berbagai penelitian ilmiah dilakukan untuk mengetahui asal usul kehidupan.
Asal Usul Kehidupan Menurut Teori Biogenesis
Pasca aufklarung, pembuktian teori abiogenesis banyak dilakukan. Para ahli berlomba-lomba membuktikan kebenaran teori abiogenesis meski selalu menemui jalan buntu. Pembuktian itu dilakukan oleh sedikitnya 3 ahli biologi masa itu yang diantaranya Francesco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur.Francesco Redi (1626-1697) yang merupakan ahli Biologi dari Italia, membuktikan ketidakbenaran teori yang menyatakan kehidupan berasal dari benda mati. Pembuktian ini dilakukan dengan meletakan 3 kerat daging ke dalam 3 buah toples kaca dengan perlakuan berbeda. Toples kaca pertama diisi sekerat daging, lalu ditutup menggunakan penutup yang sangat rapat, toples ke dua ditutup menggunakan kain kasa, sedangkan toples ke dibiarkan tetap terbuka.
Setelah beberapa hari, perbedaan dari ke tiga toples tersebut sangat tampak. Dalam toples pertama tidak terdapat lalat atau belatung, toples ke dua terdapat belatung pada jaring kain kasa, tapi tidak ada belatung atau lalat pada daging, sedangkan dalam toples ke tiga, lalat dan belatung mengerubuti daging yang membusuk. Dari percobaan ini, Redi menarik kesimpulan bahwa
belatung dan lalat tidak mungkin sekonyong-konyong terbentuk dari daging yang membusuk saja, tetapi berasal dari telur lalat yang tertinggal pada daging dan kain kasa saat lalat hinggap. Dengan percobaan itu pula Redi menyatakan bahwa telur merupakan asal usul kehidupan (comne vivum ex ovo).
Lazzaro Spallanzani (1729-1799) yang juga merupakan ahli biologi
dari Italia, membuktikan ketidakbenaran teori abiogenesis dengan
menggunakan air kaldu yang diisikan pada dua buah labu erlenmeyer. Labu
pertama diisi air kaldu kemudian dibiarkan tetap terbuka, sedangkan labu
kedua diisi air kaldu, kemudian ditutup dengan rapat. Setelah beberapa
hari kemudian, air kaldu dalam labu pertama berubah menjadi keruh dengan
bau tidak enak, sedangkan air kaldu pada labu ke dua tidak mengalami
perubahan apapun. Dari percobaan tersebut, Spallanzani menarik
kesimpulan bahwa mikroba pembusuk yang membusukan air kaldu dalam labu
pertama bukanlah berasal dari air kaldu, melainkan dari mikroba yang
sebelumnya terdapat di udara yang masuk ke dalam labu. Buktinya, bila
labu ditutup rapat pembusukan air kaldu tidak terjadi. Dengan percobaan
itu pula Spallanzani menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari telur (omne ovum ex vivum).
Louis Pasteur (1822-1895) yang merupakan ahli biologi Perancis,
membuktikan ketidakbenaran teori abiogenesis melalui eksperimen dengan
berbagai jenis jasad renik. Eksperimen dilakukan dengan meletakan air
kaldu yang sudah dipanaskan ke dalam tabung leher angsa (leher yang
meski corongnya terbuka tapi udara tidak bisa masuk). Air kaldu tersebut
didiamkan selama beberapa waktu namun bakteri tidak dapat
membusukannya. Baru setelah tabung dimiringkan hingga kaldu mencapai
ujung corong, bakteri pembusuk dapat membusukan air kaldu. Dengan
percobaan itu, Pasteur menyatakan bahwa asal usul kehidupan dimulai dari kehidupan sebelumnya (omne vivum ex vivum).
Dari hasil percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Redi, Spallanzani, dan Pasteur itulah teori asal usul kehidupan berasal dari kehidupan (biogenesis) mulai berkembang, seiring dengan itu pula teori abiogenesis pun mulai ditinggalkan. Lebih lanjut, perkembangan tentang teori asal usul kehidupan juga diteliti melalui cabang ilmu alam lainnya seperti kimia
Saturday, 18 April 2015
Cara Membuat Video Slideshow Foto Dengan Musik Dalam 5 Menit
-
Video dengan model slideshow ini memang banyak sekali di gunakan untuk
keperluan presentasi ataupun keperluan kantor lainnya namun ada juga
yang ingin membuatnya untuk keperluan pribadi seperti membuat foto album
kenangan yang kemudian di putar di media player agar bisa lebih mudah
untuk di nikmati. Saya rasa trik ini cocok buat pemula yang ingin
bekerja dengan hasil lebih cepat dengan waktu yang terbatas dengan
metode yang relatif mudah dengan tanpa membutuhkan keahlian mengedit
video sebelumnya. kurang lebih 5 menit sobat sudah bisa menikmati hasil
foto yang akan sobat buat nantinya. dan saya yakin siapa saja bisa
membuatnya. dalam tutorial membuat slideshow kali ini sobat memerlukan
software yang bisa sobat download dengan gratis namanya adalah freemake video converter selain bisa untuk membuat slideshow freemake ini sangat handal dalam mengkonvert video
menjadi format yang sobat inginkan. meskipun video ini tergolong simple
namun ada beberapa fitur yang penitng dalam membuat slideshow seperti
menambah lagu, mengatur dan mengurutkan gambar mana yang didahulukan
dan di akhirkan, menghapus gambar yang ingin di hilangkan, dan mengatur
kecepatan interval (pergantian gambar) dan menjadikan video itu menjadi
format yang dinginkan misalkan ingin menjadikan video tersebut menjadi
3GP,Mp4, FLV, MKV, dan bahkan bisa juga untuk android. untuk lebih
lengkapnya silahkan ikuti panduan cara menciptakan video dari gambar berikut ini.
Cara Membuat Video Slideshow dari Foto Dengan menambahkan Musik Di dalamnya
Sebenarnya banyak sekali software yang bisa sobat gunakan untuk membuat video slideshow namun saya tertarik dengan software ini selain tampilan yang bagus cara memakainya pun sangat mudah untuk di gunakan siapa saja.- Silahkan download program slideshow nya disini atau download direct dari situs resminya disini jika sudah selesai silahkan install seperti biasa sobat menginstall program di PC sobat.
- Jalankan program freemake video converter nya dan awali pertama kali dengan mengKlik "Foto" untuk mengambil gambar dari komputer yang telah disiapkan
- Disini waktunya mengambil dan memilih Pilihan foto dari komputer yang telah sobat sediakan untuk dijadikan video, untuk menseleksi pilihan yang di inginkan bisa dengan CTRL + klik mouse gambar yang di inginkan. lalu klik "open"
- Jika ingin menambah musik atau lagu di video sobat bisa memilih "add audio"
- Pilih musik lagu mp3 yang sobat inginkan dengan klik "open"
- Sebenarnya disini sudah selesai, namun hasinya masih kurang sempurna sobat bisa mengedit misalkan untuk mengurutkan gambar, mengedit jeda waktu, menambah lagi gambar yang mungkin kurang dan ingin menambah lagi yang lainnya.
- silahkan di edit lagi menurut keterangan gambar yang saya berikan di bawah ini Keterangan gambar di atas adalah sebagai berikut : (1). untuk mengedit model slidshow (2). Klik untuk mengedit video slideshow (3). Untuk interval / kecepatan pergantian gambar (4). untuk mengedit audio /mp3 (5). menambah gambar lagi (6). menghapus gambar dari slideshow (7). untuk pilihan mensuffle / mengacak (8). jika ingin menampilkan gambar secara manual misal gambar a ada di urutan pertama kemudian gambar b urutan ke 5 sedang gambar d urutan ke 4 dan lain sebagainya. (9). klik jika sudah selesai mengedit.
- Sampai tahap ini sobat bisa memilih format video mana yang sobat inginkan misalkan disini saya ingin membuat agar video tersebut bisa di putar di android maka saya memilih android lalu memilih ukuran lebar panjang videonya sesuai android yang saya pakai misal 230x240.
- Yang terakhir adalah settingan yang mungkin bisa sobat optimalkan untuk hasil yang lebih baik misalkan bisa mengedit kualitas audio pada nomer 1, dan juga untuk mengetahui video forlder output (hasil video yang sudah selesai di proses ada pada gambar 2. jika sudah selesai adalah convert klik nomer 3
- Video Sudah Selsai di buat
untuk hasil yang terbaik sobat bisa bereksplorasi sendiri fitur-fitur di
sana, namun untuk hasil yang standar saya rasa sobat bisa membuat video dari foto dengan mudah dalam 5menit,
apalagi jika sobat sudah terbiasa tentu akan lebih cepat lagi dan lebih
bagus lagi. selamat mencoba semoga sukses. dan fotonya jadi tambah
keren.
cerita rakyat
cerita rakyat mandailing .. tentang sampuraga
Alkisah,
pada zaman dahulu kala di daerah Padang Bolak, hiduplah di sebuah gubuk
reot seorang janda tua dengan seorang anak laki-lakinya yang bernama
Sampuraga. Meskipun hidup miskin, mereka tetap saling menyayangi. Untuk
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka setiap hari bekerja sebagai
tenaga upahan di ladang milik orang lain. Keduanya sangat rajin bekerja
dan jujur, sehingga banyak orang kaya yang suka kepada mereka.
Pada
suatu siang, Sampuraga bersama majikannya beristirahat di bawah sebuah
pohon yang rindang setelah bekerja sejak pagi. Sambil menikmati makan
siang, mereka berbincang-bincang dalam suasana akrab. Seakan tidak ada
jarak antara majikan dan buruh.
“Wahai,
Sampuraga! Usiamu masih sangat muda. Kalau boleh saya menyarankan,
sebaiknya kamu pergi ke sebuah negeri yang sangat subur dan peduduknya
hidup makmur,” kata sang Majikan.
“Negeri
manakah yang Tuan maksud?” tanya Sampuraga penasaran, “Negeri
Mandailing namanya. Di sana, rata-rata penduduknya memiliki sawah dan
ladang. Mereka juga sangat mudah mendapatkan uang dengan cara mendulang
emas di sungai, karena tanah di sana memiliki kandungan emas,” jelas
sang Majikan. Keterangan sang Majikan itu melambungkan impian Sampuraga.
“Sebenarnya,
saya sudah lama bercita-cita ingin pergi merantau untuk mencari
pekerjaan yang lebih baik. Saya ingin membahagiakan ibu saya,” kata
Sampuraga dengan sungguh-sungguh.
“Cita-citamu
sangat mulia, Sampuraga! Kamu memang anak yang berbakti” puji sang
Majikan. Sepulang dari bekerja di ladang majikannya, Sampuraga kemudian
mengutarakan keinginannya tersebut kepada ibunya.
“Bu,
Raga ingin pergi merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Raga
ingin mengubah nasib kita yang sudah lama menderita ini,” kata
Sampuraga kepada ibunya. “Ke manakah engkau akan pergi merantau,
anakku?”, tanya ibunya.
“Ke
negeri Mandailing, bu. Pemilik ladang itu yang memberitahu Raga bahwa
penduduk di sana hidup makmur dan sejahterta, karena tanahnya sangat
subur,” jelas Sampuraga kepada ibunya.
“Pergilah,
anakku! Meskipun ibu sangat khawatir kita tidak bisa bertemu lagi,
karena usia ibu sudah semakin tua, tapi ibu tidak memiliki alasan untuk
melarangmu pergi. Ibu minta maaf, karena selama ini ibu tidak pernah
membahagiakanmu, anakku” kata ibu Sampuraga dengan rasa haru
“Terima
kasih, bu! Raga berjanji akan segera kembali jika Raga sudah berhasil.
Doakan Raga, ya bu!“ Sampuraga meminta doa restu kepada ibunya.
“Ya,
anakku! Siapkanlah bekal yang akan kamu bawa!” seru sang ibu. Setelah
mendapat doa restu dari ibunya, Sampuraga pun segera mempersiapkan
segala sesuatunya.
Keesokan
harinya, Sampuraga berpamitan kepada ibunya. “Bu, Raga berangkat! jaga
diri ibu baik-baik, jangan terlalu banyak bekerja keras!” saran
Sampuraga kepada ibunya.
Berhati-hatilah di jalan! Jangan lupa cepat kembali jika sudah berhasil!” harap sang ibu.
Sebelum
meninggalkan gubuk reotnya, Sampuraga mencium tangan sang Ibu yang
sangat disayanginya itu. Suasana haru pun menyelimuti hati ibu dan anak
yang akan berpisah itu. Tak terasa, air mata keluar dari kelopak mata
sang Ibu. Sampuraga pun tidak bisa membendung air matanya. Ia kemudian
merangkul ibunya, sang Ibu pun membalasnya dengan pelukan yang erat,
lalu berkata: “Sudahlah, Anakku! Jika Tuhan menghendaki, kita akan
bertemu lagi,” kata sang Ibu.
Setelah
itu berangkatlah Sampuraga meninggalkan ibunya seorang diri.
Berhari-hari sudah Sampuraga berjalan kaki menyusuri hutan belantara dan
melawati beberapa perkampungan. Suatu hari, sampailah ia di kota
Kerajaan Pidoli, Mandailing. Ia sangat terpesona melihat negeri itu.
Penduduknya ramah-tamah, masing-masing mempunyai rumah dengan bangunan
yang indah beratapkan ijuk. Sebuah istana berdiri megah di tengah-tengah
keramaian kota. Candi yang terbuat dari batu bata terdapat di setiap
sudut kota. Semua itu menandakan bahwa penduduk di negeri itu hidup
makmur dan sejahtera.
Di
kota itu, Sampuraga mencoba melamar pekerjaan. Lamaran pertamanya pun
langsung diterima. Ia bekerja pada seorang pedagang yang kaya-raya. Sang
Majikan sangat percaya kepadanya, karena ia sangat rajin bekerja dan
jujur. Sudah beberapa kali sang Majikan menguji kejujuran Sampuraga,
ternyata ia memang pemuda yang sangat jujur. Oleh karena itu, sang
Majikan ingin memberinya modal untuk membuka usaha sendiri. Dalam waktu
singkat, usaha dagang Sampuraga berkembang dengan pesat. Keuntungan yang
diperolehnya ia tabung untuk menambah modalnya, sehingga usahanya
semakin lama semakin maju. Tak lama kemudian, ia pun terkenal sebagai
pengusaha muda yang kaya-raya.
Sang
Majikan sangat senang melihat keberhasilan Sampuraga. Ia berkeinginan
menikahkan Sampuraga dengan putrinya yang terkenal paling cantik di
wilayah kerajaan Pidoli.
“Raga, engkau adalah anak yang baik dan rajin. Maukah engkau aku jadikan menantuku?” tanya sang Majikan.
“Dengan senang hati, Tuan! Hamba bersedia menikah dengan putri Tuan yang cantik jelita itu,” jawab Sampuraga.
Pernikahan
mereka diselenggarakan secara besar-besaran sesuai adat Mandailing.
Persiapan mulai dilakukan satu bulan sebelum acara tersebut
diselenggarakan. Puluhan ekor kerbau dan kambing yang akan disembelih
disediakan. Gordang Sambilan dan Gordang Boru yang terbaik juga telah
dipersiapkan untuk menghibur para undangan.
Berita
tentang pesta pernikahan yang meriah itu telah tersiar sampai ke
pelosok-pelosok daerah. Seluruh warga telah mengetahui berita itu,
termasuk ibu Sampuraga. Perempuan tua itu hampir tidak percaya jika
anaknya akan menikah dengan seorang gadis bangsawan, putri seorang
pedagang yang kaya-raya.
“Ah,
tidak mungkin anakku akan menikah dengan putri bangsawan yang kaya,
sedangkan ia adalah anak seorang janda yang miskin. Barangkali namanya
saja yang sama,” demikian yang terlintas dalam pikiran janda tua itu.
Walaupun
masih ada keraguan dalam hatinya, ibu tua itu ingin memastikan berita
yang telah diterimanya. Setelah mempersiapkan bekal secukupnya,
berangkatlah ia ke negeri Mandailing dengan berjalan kaki untuk
menyaksikan pernikahan anak satu-satunya itu. Setibanya di wilayah
kerajaan Pidoli, tampaklah sebuah keramaian dan terdengar pula suara
Gordang Sambilan bertalu-talu. Dengan langkah terseok-seok, nenek tua
itu mendekati keramaian. Alangkah terkejutnya, ketika ia melihat seorang
pemuda yang sangat dikenalnya sedang duduk bersanding dengan seorang
putri yang cantik jelita. Pemuda itu adalah Sampuraga, anak kandungnya
sendiri.
Oleh karena rindu yang sangat mendalam, ia tidak bisa menahan diri. Tiba-tiba ia berteriak memanggil nama anaknya.
Sampuraga
sangat terkejut mendengar suara yang sudah tidak asing di telinganya.
“Ah, tidak mungkin itu suara ibu,” pikir Sampuraga sambil mencari-cari
sumber suara itu di tengah-tengah keramaian. Beberapa saat kemudian,
tiba-tiba seorang nenek tua berlari mendekatinya.
“Sampuraga…Anakku! Ini aku ibumu, Nak!” seru nenek tua itu sambil mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Sampuraga.
Sampuraga
yang sedang duduk bersanding dengan istrinya, bagai disambar petir.
Wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah membara, seakan terbakar api.
Ia sangat malu kepada para undangan yang hadir, karena nenek tua itu
tiba-tiba mengakuinya sebagai anak.
“Hei,
perempuan jelek! Enak saja kamu mengaku-ngaku sebagai ibuku. Aku tidak
punya ibu jelek seperti kamu! Pergi dari sini! Jangan mengacaukan
acaraku!”, hardik Sampuraga.
“Sampuragaaa…,
Anakku! Aku ini ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu. Kenapa
kamu melupakan ibu? Ibu sudah lama sekali merindukanmu. Rangkullah Ibu,
Nak!” Iba perempuan tua itu.
“Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal dunia. Algojo! Usir nenek tua ini!” Perintah Sampuraga.
Hati
Sampuraga benar-benar sudah tertutup. Ia tega sekali mengingkari dan
mengusir ibu kandungnya sendiri. Semua undangan yang menyaksikan
kejadian itu menjadi terharu. Namun, tak seorang pun yang berani
menengahinya.
Perempuan
tua yang malang itu kemudian diseret oleh dua orang sewaan Sampuraga
untuk meninggalkan pesta itu. Dengan derai air mata, perempuan tua itu
berdoa: “Ya, Tuhan! Jika benar pemuda itu adalah Sampuraga, berilah ia
pelajaran! Ia telah mengingkari ibu kandungnya sendiri
Seketika
itu juga, tiba-tiba langit diselimuti awan tebal dan hitam. Petir
menyambar bersahut-sahutan. Tak lama kemudian, hujan deras pun turun
diikuti suara guntur yang menggelegar seakan memecah gendang telinga.
Seluruh penduduk yang hadir dalam pesta berlarian menyelamatkan diri,
sementara ibu Sampuraga menghilang entah ke mana. Dalam waktu singkat,
tempat penyelenggaraan pesta itu tenggelam seketika. Tak seorang pun
penduduk yang selamat, termasuk Sampuraga dan istrinya.
Beberapa
hari kemudian, tempat itu telah berubah menjadi kolam air yang sangat
panas. Di sekitarnya terdapat beberapa batu kapur berukuran besar yang
bentuknya menyerupai kerbau. Selain itu, juga terdapat dua unggukan
tanah berpasir dan lumpur warna yang bentuknya menyerupai bahan makanan.
Penduduk setempat menganggap bahwa semua itu adalah penjelmaan dari
upacara pernikahan Sampuraga yang terkena kutukan. Oleh masyarakat
setempat, tempat itu kemudian diberi nama “Kolam Sampuraga”. Hingga
kini, tempat ini telah menjadi salah satu daerah pariwisata di daerah
Mandailing yang ramai dikunjungi orang.
Cerita
di atas termasuk cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan
moral yang dapat dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Setidaknya ada tiga pesan moral yang dapat diambil sebagai pelajaran
dari cerita di atas, yaitu: sifat rajin bekerja, sifat jujur dan sifat
durhaka terhadap orang tua. Ketiga sifat tersebut tercermin pada sifat
dan perilaku Sampuraga.
Demikian
cerita sampuraga yang telah di ambil dari berbagai sumber, sehingga
legenda yang mulai terlupkan oleh segenap warga demi untuk melihat
betapa hebatnya ganjaran yang didapa seorang anak bila durhaka kepada
orang tua. Cerita yang bisa menarik objek wisata ini seolah terabaikan
oleh pemerintah demi untuk tetap menjaga alkisah sampuraga dengan
berbagai peninggalan sejarah yang melegenda secara nasional.
Disekolah
juga sudah jarang terdengar bagaimana legenda dahulu yang bisa
menggugah hati para siswa agar sampuraga adalah anak durhaka yang tidak
perlu di tiru sebab pendidikan ahlak sangt minim, sehingga adapt
istiadat Mandailing yang punya tutur sapa yang halus dan lembut kini
mulai putar akibat dari berbagai kebudayaan barat yang sudah menjadi
bahan tontonan di berbagai media televise.
Dari
legenda juga adat istiadat yang bisa menuntun generasi penerus bangsa
harus tetap dilestarikan dengan berbagai metode pendidikan sekolah untuk
tidak mentiadakan adapt dan budaya Mandailing yang kini sudah terkikis
oleh zaman.
Pemerintah
Daerah, DPRD Madina juga pemangku adat harus tetap menjaga anak sebagai
penenerus untuk tetap mengetahui adat istiadat Mandailing yang
mempunyai adap yang tinggi juga alkisah yang harus tetap menjadi bahan
contoh untuk semua orang agar tetap menghargai orang tua sebagaimana
legenda sampuraga.Thursday, 9 April 2015
Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik
Artikel adalah karangan pendek,
berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang
ditujukan untuk menyampaikan pikiran terhadap sebuah realitas, baik
berupa fakta, atau konsep tertentu.
Bagaimana membuat artikel dengan baik?
Hmm… jawabannya tergantung jenis artikelnya. Dalam tulisan ini saya
akan bantu anda menjelaskan cara membuat semua jenis artikel beserta
contohnya. Daftar Isi:
- Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
- Artikel Deskripsi
- Artikel Narasi
- Artikel Eksposisi
- Artikel Argumentasi
- Artikel Persuasi
- Artikel SEO (Khusus Untuk Menulis Online)
- Dua Jenis Penulisan
Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin penting berikut ini:
- Tentukan Tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik minat baca.
- Tetapkan Tujuan penulisan. Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat, melainkan tersirat.
- Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur tulisan (Nanti saya jelaskan dengan contoh di bawah).
- Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel (Penjabaran lebih lanjut saya uraikan dibawah)
- Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah. Anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk artikel beserta contohnya.
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel gambar.
Cara Penulisan Artikel Deskripsi
- Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
- Tentukan juga tujuan penulisan (tersirat).
- Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
- Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
- Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
Artikel Narasi
Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Saya lebih suka menamainya sebagai artikel cerita.
Dalam artikel narasi harus ada penokohannya, seperti dalam cerita pada umumnya. Sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan masalah kehidupan dan berusaha memenangkan pergulatan tersebut. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.
Cara penulisan artikel narasi
- Tentukan tema.
- Tentukan tujuan (tersirat).
- Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
- Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita:
awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik;
Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak
konflik alias klimaks;
- Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.
Artikel Eksposisi
Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Saya lebih suka menyebutnya sebagai artikel penjabaran.
Cara Penulisan Artikel Eksposisi
- Tentukan tema.
- Tentukan tujuan (tersurat).
- Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
- Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
- Berikan kesimpulan
Artikel Argumentasi
Artikel ini berupa karangan adu argumen. Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat. Penulis biasanya akan memasukkan opini pribadi kedalam tulisan, tentu dengan data atau fakta yang mendukung, sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel pendapat.
Cara Penulisan Artikel Argumentasi
- Tentukan tema.
- Tentukan tujuan (tersurat).
- Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
- Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri dan juga dapat melemahkan pendapat orang lain.
- Berikan kesimpulan
Artikel Persuasi
Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel bujukan.
Cara Penulisan Artikel Persuasi
- Tentukan tema.
- Tentukan tujuan (tersurat).
- Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
- Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
- Berikan kesimpulan
Artikel SEO
Artikel SEO adalah artikel yang ditujukan untuk mengoptimalkan pencarian kata kunci di situs search engine seperti gooogle. Ia bukanlah suatu jenis artikel tersendiri. Ia adalah artikel yang ditujukan khusus untuk menulis online yang jenisnya bisa berupa deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi atau persuasi.
Hanya saja artikel SEO memiliki teknik penulisan tertentu. Tujuannya agar tulisan kita dicintai (mudah dilacak) situs search engine. Keterangan lebih lanjut silakan baca tulisan saya yang ini: Cara Menulis Artikel SEO Friendly
Subscribe to:
Posts (Atom)










